Entri Populer

Kamis, 26 September 2013

TEKNIK BUDIDAYA TABULAMPOT (Tanaman Buah Dalam Pot)

Budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot) banyak disukai karena memiliki beberapa kelebihan / keuntungan terutama bagi penghobi tanaman buah yang tinggal di daerah perkotaan, diantaranya :
  1. Pemanfaatan lahan atau halaman sempit
  2. Mudah dipindah-pindah tanpa merusak tanaman
  3. Berfungsi sebagai tanaman hias
  4. Dapat diatur masa berbunga dan berbuah
  5. Mudah perawatannya tidak terlalu makan tempat
Merawat tabulampot kadang membutuhkan seni tersendiri dan pemahaman lebih terhadap jenis tanaman, karena masing-masing tanaman memiliki karakteristik berbeda. Jadi perlakuannya juga berbeda. Dan merawatnya harus penuh ketelitian dan rajin membersihkan tumbuhan liar yang tumbuh di sekitarnya.

Pada kesempatan ini kami ingin membagi pengalaman yang akan kami sampaikan dengan bahasa sederhana, bahasa yang tidak teknis ilmiah, Bahasa petani awam tentunya.

Seperti kami sebutkan diatas, masing-masing tanaman memiliki karakteristik yang berbeda. Jadi disetiap halaman jenis tanaman kami akan menyajikan dengan beberapa tips tersendiri untuk masing-masing tanaman. Tapi untuk halaman ini kami akan menyajikan tips perawatan tabulampot secara umum, yang dapat diaplikasikan untuk setiap jenis tanaman.

Media Tanam
Ada beberapa alternatif media tanam. Kami biasa menggunakan campuran tanah(merah), pupuk kandang (kambing) dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Sekam padi gunanya lebih pada penggembur tanah, disamping kalau sudah hancur bisa jadi pupuk juga. Jadi kalau sekam tidak tersedia, campuran tanah dan pupuk saja juga bisa. Yang penting, media gembur atau bersifat forous.

Pemilihan Pot
Pemilihan ukuran pot disesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Jika bibit masih berukuran kecil, gunakan pot kecil. Tujuannya adalah, disamping menyangkut estetika, penggunaan ukuran pot yang bertahap, nantinya akan memudahkan dalam penggantian media tanam. Maksudnya, pada saat media tanam sudah waktunya ditambah atau diganti, dapat dilakukan bersamaan dengan penggantian pot ke ukuran yang lebih besar. Dan jika anda menyukai model pot dapat disesuaikan dengen selera anda.

Penyiraman
Penyiraman dapat dilakukan setiap hari kecuali media tanam masih basah. Penyiraman bisa pagi atau sore. Tapi sebaiknya, jika pagi (sebelum jam 8 pagi) ya pagi terus, kalau sore (setelah jam 4 sore) ya sore terus.
Jika musim hujan sebaiknya tanaman tidak perlu di siram terlalu sering, dan jika tidak ingin cepat busuk harus dikondisikan dengan cuaca.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali, atau minimal dua kali setahun yaitu pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Pakailah selalu pupuk organik. Gunakan pupuk kimia secara bijak. Artinya, penggunaan pupuk kimia hanya pada waktu dan dosis yang memang dibutuhkan, seperti pada proses pembungaan/pembuahan yang memerlukan pupuk (unsur hara mineral makro) P dan K yang tinggi, serta pupuk yang mengandung unsur mikro seperti Ca, Mg, Mn, Zn, Fe dll. Unsur Mg misalnya, sangat mempengaruhi pembentukan klorofil tanaman, sehingga fotosintesis berjalan optimal. Selain itu Mg juga berfungsi sebagai katalisator penyerapan unsur P dan K.

Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk ; pembentukan tajuk baru, pemeliharaan, produksi dan peremajaan. Jadi dengan demikian, tanaman memerlukan beberapa tahap pemangkasan. Pada tanaman yang masih kecil, pemangkasan diperlukan untuk membentuk pencabangan. Pemangkasan pemeliharaan diantaranya memangkas cabang / tunas air dan cabang bagian dalam yang tidak terkena matahari langsung. Pemangkasan produksi diantaranya lebih berhubungan dengan tanaman yang memerlukan pemangkasan untuk merangsang pembungaan. Sementara pemangkasan peremajaan dilakukan pada tanaman yang sudah tua atau tanaman sudah terlalu besar untuk ukuran tabulampot.

Pembungaan/Pembuahan
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merangsang pembungaan, seperti pemupukan, stress air, pelukaan dan pemberian zat pengatur tumbuh. Di Sri Wijaya Tani sebenarnya jarang dilakukan perlakuan untuk merangsang pembungaan karena hanya dengan pemupukan rutin pun seringkali sudah cukup. Namun jika memang diperlukan kami lebih memilih melakukan perlakuan pemupukan. Dan bahkan kami tidak merekomendasikan cara lain. Alasannya, cara-cara selain pemupukan memerlukan keterampilan lebih.

Perlakuan pemupukan dilakukan dengan cara :
  1. Sebelum dilakukan perlakuan, minimal 1 bulan sebelumnya tanaman telah diberi asupan yang cukup berupa pupuk organik. Pupuk organik yang diberikan bisa berupa pupuk organik murni seperti pupuk kandang atau kompos, bisa juga pupuk organik buatan yang tersedia dipasaran.
  2. Pastikan tanaman telah cukup umur dan tanaman benar-benar dalam keadaan sehat yang ditandai dengan pencabagan merata, warna daun hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.
  3. Pastikan juga tanaman tidak sedang berpucuk/berdaun muda.

Setelah syarat-syarat 1 sampai 3 dipenuhi, perlakuan pemupukan untuk merangsang pembungaan dapat dilakukan dengan cara :
  1. Berikan pupuk (unsur hara mineral makro) dengan kandungan Fosfor dan Kalium yang tinggi.
  2. Jika pupuk yang digunakan tidak mengandung unsur mineral mikro, tambahkan unsur hara mineral mikro seperti Ca, Mg, Zn, dan lain-lain sebagai pelengkap.
  3. Jika tanaman sudah mengeluarkan bunga, berikan pupuk dengan kandungan K yang lebih tinggi.
  4. Sampai buah matang, ulangi pemberian pupuk berkandungan K yang cukup. Dengan demikian akan diperoleh buah yang lebih besar dan manis.
Pengendalian Hama
Untuk menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit, dapat saja dilakukan penyemproran anti hama / penyakit secara rutin. Tapi gunakanlah anti hama / penyakit organik.

Penempatan Tanaman
Tempatkan tanaman di lokasi yang mendapat sinar matahari langsung minimal 8 jam per hari.

Peneliti Indonesia Temukan Cara Agar Manggis Berbuah Lebih Cepat



Petani manggis di Indonesia sekarang dapat memanen tanaman buah eksotis dan kaya vitamin ini dua kali lebih cepat dari biasanya, berkat temuan dari seorang ilmuwan dari Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat.

Mohammad Reza Tirtawinata, doktor lulusan IPB, adalah yang pertama kali menemukan tehnik yang dia namai “three-in-one” itu. Dengan menanam tiga benih manggis berdekatan sehingga bisa lebih banyak menyerap air dan mineral, Manggis yang akarnya sangat sedikit, bisa bertumbuh lebih baik dan berbuah lebih cepat.

Inovasi baru itu sudah diterapkan di Desa Dayo, Kabupaten Rokan Hulu di  Riau pada awal bulan ini ketika tanaman manggis di desa itu, yang  mendapat kiriman 1000 batang benih manggis dari Balitbu Tropika pada tahun 2007, sudah dapat mengeluarkan buah untuk pertama kalinya pada 4  September 2012.

Harlion Syair, peneliti dari Badan Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) Kementerian Pertanian, mengatakan selama ini umum  diketahui adalah manggis baru dapat berbuah setelah 10-12 tahun.

“Ini bermanfaat bagi petani karena sangat mendorong dan memacu semangat mereka untuk mengembangkan sektor usaha agribisnis tanaman manggis sekaligus meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Harlion dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (28/9).

Reza sendiri melakukan penelitian selama 6,5 tahun untuk mencari cara percepatan berbuahnya tanaman manggis yang sekaligus menjadi disertasi doktoralnya pada tahun 2003 di IPB.

Reza menemukan bahwa akar tanaman manggis sangat sedikit,  sehingga tidak bisa banyak menyedot air dan pupuk. Akibatnya tanaman ini tumbuh lambat.

Untuk memperbanyak akar tumbuhan, Reza  menanam tiga benih tanaman manggis dalam jarak berdekatan. Ketiganya disatukan, dibiarkan tumbuh menjadi satu namun dengan tiga cabang akar utama, yang dapat menyerap lebih banyak air dan pupuk.

Dengan cara tanam yang disebut Reza sebagai “three-in-one” ini, petani  dapat menghemat 8 hingga 10 tahun waktu tanam.

Sayangnya sosialisasi inovasi itu kepada petani masih rendah sehingga masih sedikit petani yang mau menanam manggis.

“Teknologinya sudah ada, namun masih sedikit petani yang mengetahuinya. Padahal buah ini ini banyak dicari di negara-negara Asia Timur,” ujar Reza sambil menambahkan bahwa ada peluang besar bagi petani manggis Indonesia untuk memasarkan manggis ke kawasan tersebut.

“Hampir tidak ada pesaing Indonesia dalam produksi manggis, kecuali Thailand dan Malaysia,” ujar Reza.


Sumber : Beritasatu.com

Selasa, 20 Agustus 2013

SEJARAH KABUPATEN TRENGGALEK




Alun-alun Trenggalek
Nama Menak Sopal adalah figur sejarah pemula penyebaran agama Islam di Trenggalek. Peninggalan komplek makam yang sampai kini diyakini dan dipercaya oleh masyarakat Trenggalek tentang pembuatan Dam Bagong oleh Menak Sopal. Bukti-bukti yang merupakan makam Menak Sopal dan istrinya yang tergores pada nisannya sebuah candra sangkala yang yang berbunyi “ Sirnaning Puspito Cinatur Wulan “ dengan arti sirna merupakan ungkapan dari makam dan merupakan tempat orang meninggal maka bernilai 0 (nol) sedangkan Bunga bernilai 9 (sembilan) dan karena bunga ini berdaun mahkota 4 menimbulkan kata Cinatur yang nilainya 4 (empat). Candra yang berarti bulan bernilai 1 (satu) akibatnya angka tahun itu bila dibaca dari belakang adalah 1490 Saka atau 1568 Masehi.Data tersebut menunjukkannya bahwa masuknya Agama Islam di Trenggalek sekitar abad ke- 14 pada waktu Kerajaan Pajang diperintah oleh Sultan Hadi Wijaya.

Dalam sejarah kabupaten Trenggalek disebutkan peristiwa sebelum 1830 yang mengguncangkan pulau Jawa adalah peristiwa pembunuhan penduduk China di Batavia secara besar-besaran oleh VOC pada tahun 1740 yang dikenal dengan nama Pacino atau Geger Pacinan. Akibatnya Raden Mas Garendi yang bergelar Sunan Kuning membantu penduduk China dan mengadakan penyerangan ke Kertosuro pada tahun 1742. Akibatnya Sunan Paku Buwono II terpaksa melarikan diri ke Ponorogo. Dengan bantuan Bupati Martodiningrat dari Ponorogo Sunan Paku Buwono II berhasil merebut kembali Kertosuro yang mengakibatkan putra Bupati diangkat menjadi Bupati.

Bupati Trenggalek yang pertama pada tahun 1743 bernama Sumotruno. Bupati Sumotruno digantikan oleh saudaranya sendiri Bupati Joyonegoro yang merangkap penguasa tunggal di Sawo Ponorogo.
Pada perang Mangkubumen penguasa Trenggalek adalah Ngabei Surengrono yang pada awalnya membantu Raden Mas Sa’id kemudian berganti haluan menggabungkan diri dan mengikuti jejak Sultan Hamenkubuwono I pada akhir peperangan Mangkubumen yang mencetuskan Perjanjian Gianti pada 13 Februari 1755 mengakibatkan Trenggalek dibagi menjadi 2 bagian , sebagian timur termasuk kabupaten Pacitan. Hal ini dapat dibuktikan dengan diketemukannya Tugu perbatasan dari batu yang terdapat di desa Gayam kecamatan Panggul.

Pada tahun 1830 setelah perang Pangeran Diponegoro selesai daerah Trenggalek langsung menjadi milik Belanda. Susunan Tata pemerintahan waktu itu tidak banyak diketahui hanya hanya dapat diperkirakan kalau tidak terlampau jauh bedanya dengan daerah-daerah wilayah kerajaan Mataram yang lain. Pada tahun 1842 Bupati Trenggalek Raden Tumenggung Arya kusuma Adinoto pada tahun 1843 dipindahkan ke Berbek daerah Nganjuk sehingga jabatan Bupati daerah Trenggalek masa itu kosong. Untuk mengisi kekosongan ini diangkatlah Raden Ngabei Joyopuspo yang pada awalnya menjabat patih Trenggalek menjadi Bupati Trenggalek dengan gelar Raden Tumenggung Pusponegoro. Tidak selang lama Raden Tumenggung Pusponegoro wafat sebagai gantinya diangkatlah wedono Tulungagung Raden Gondokusumo menantu Bupati Tulungagung Sunodiningrat pada tahun ( 1845 ).
Secara berurutan Bupati-bupati Trenggalek awal adalah :
1. Sumotruno Bupati Pertama Trenggalek
2. Ngabehi Surengrono ( pada jaman perang mangku bumi). Pada saat perjanjian Gianti tanggal 13 februari 1755 kabupaten Trenggalek terbagi menjadi dua :
Yaitu :
o Bagian Timur termasuk kabupaten Ngrawo
o Bagian Barat termasuk kabupaten Pacitan

3. RT. Mangun Negoro
4. RT. Aryo Kusumo Adinoto
5. R. Ngabehi Joyopuspito (R.T. Puspo Negoro)
6. R. Gondo Kusumo (Tumenggung Sumo Adiningrat) tahun 1845-1850.
7. Mangun Diredji tahun 1850-1894
8. Widjojo Kusumo tahun 1894-1904.
9. Purbo Negoro,tahun 1904-1932 yang merupakan penutup jaman Trenggalek wiwitan.

Perjalanan roda sejarah tak kenal henti, akibatnya Trenggalek pun mengalami masa pemerintahan Orde Lama dan Trenggalek Wiwaha dalam pembangunan. Dari undang-undang nomor 20 tahun 1950 dapat diketahui bahwa Trenggalek dinyatakan sebagai kabupaten yang terdiri dari kawedanan Trenggalek, Kampak, Karangan dan Panggul. Pada awalnya Noto Sugito Patih Tumenggung diangkat sebagai Bupati Trenggalek. Sesudah Noto Sugito Trenggalek diperintah oleh R. Latip sebagai Acting Bupati Trenggalek sejak tanggal 8 agustus 1950 sampai dengan tanggal 27 Desember 1950. Bupati Trenggalek berikutnya adalah Muprapto tanggal 27 Desember 1950 yang berakhir tanggal 21 Januari 1958. Penggantinya R. Abdul Karim Diposastro memerintah sejak tanggal 1 Desember 1958 sampai dengan 1 Juni 1960. Kemudian Abdul Karim Diposastro didampingi oleh R. Supangat Pramironoto selaku Kepala daerah Trenggalek. Masa orde lama diakhiri dengan masa pemerintahan Bupati Kudikuntjarjo diamankan oleh Negara karena tersangkut dalam peristiwa G30S/PKI. Demikian beberapa peristiwa yang dicatat dalam orde lama.

Antara 1 Oktober 1965 sampai dengan 31 Januari 1967 Kabupaten Trenggalek diperintah oleh Bupati Harjito yang merupakan perintis orde baru di daerah Trenggalek. Pada tahun 1967 Bupati Muladi menggantikan kedudukan Bupati Harjito. Sayang sekali Bupati Muladi hanya antara tanggal 1 Februari 1967 sampai 1 Oktober 1968. Semenjak tahun 1968 Trenggalek di pimpin oleh Bupati Soetran yang dengan gigih berusaha memotifasi penduduk Trenggalek agar lebih lebih giat dalam berusaha melipat gandakan produk pertanian. Waktu antara Bupati Soetran dengan Bupati Sudarso satu tahun jabatan Bupati di jabat oleh Moeh Purwanto,Sekretaris dareah tingkat II Trenggalek pada periode Bupati Soetran. Selanjutnya digantikan oleh Bupati Mch. Poernamto. Sampai saat terpilihnya Bupati yang baru. Bupati Soedarso menjabat Bupati mulai tanggal 4 September 1975 sampai 2 Oktober 1985. Selanjutnya Bupati Trenggalek H Harun Al Rasyid mulai tanggal 2 oktober 1985 sampai 2 Oktober 1990. Bupati Drs.H. Slamet menjabat Bupati mulai tanggal 2 Oktober 1990 sampai 2 OKtober 1995 dan digantikan oleh Bupati Drs.Ernomo mulai tanggal 2 Oktober 1995 sampai 20 Oktober 2000. Bupati berikutnya adalah Ir. H. Mulyadi, Wr, MMT yang memegang kedudukan Bupati Trenggalek mulai tanggal 2 Oktober 2000 sampai 2 Oktober 2005. Setelah itu yang memegang kedudukan Bupati adalah H. Soeharto 2005-2010. Dan pada tahun 2010, Ir.H. Mulyadi, Wr, MMT kembali menjabat Bupati Trenggalek sampai sekarang (2013).
Sumber : http://www.mataram-timur.com

SMAN 1 Bendungan Trenggalek

SMAN 1 BENDUNGAN adalah satu-satunya sekolah setingkat SMA di Kecamatan Bendungan, berdiri sejak tahun 2001 SMAN 1 Bendungan terletak di Desa Sumurup tepatnya di Dukuh Jonggol Kecamatan Bendungan atau kurang lebih 14 km dari Kota Trenggalek. Suasana di sekitar lingkungan yang asri dan alami menjadikan tempat ini sangat kondusif untuk tempat pendidikan.


SMAN 1 Bendungan

Siang hari yang cerah di depan SMAN 1 Bendungan

Masjid SMAN 1 Bendungan

Sejarah dan Perjalanannya

Tidak seperti proses pembangunan SMA Negeri lainnya, proses pembangunan SMA Negeri 1 Bendungan memiliki perjalanan yang panjang dan khusus. Awal berdirinya sekolah ini lebih disebabkan atas keprihatinan berbagai kalangan masyarakat akan kondisi pendidikan di kecamatan Bendungan yang sebagian besar berhenti sampai SMP bahkan beberapa hanya sampai SD. Faktor utama selain masalah ekonomi, juga masalah kondisi geografis Bendungan yang berbukit sehingga masalah transportasi menjadi kendala bagi kehidupan sehari-hari. Beberapa tokoh masyarakat kemudian menyampaikan keprihatinan ini dalam bentuk aspirasi kepada Pemerintah Daerah Trenggalek. Disetujui untuk mulai mengadakan pendidikan tingkat SMA, tetapi saat itu masih bersifat Filial (menggabung) dengan SMA Negeri 1 Trenggalek.


Permasalahan kemudian adalah belum ada tempat ataupun gedung untuk melaksanakan proses KBM, sehingga sampai 1,5 tahun kemudian proses KBM dilaksanakan dengan menumpang balai Desa sekitar. Termasuk juga adalah guru yang mengajar, semuanya dipegang oleh guru SMA Negeri 1 Trenggalek (tentunya dengan pengabdian penuh).


Siswa angkatan pertama terdaftar berjumlah 40 siswa dengan usia rata-rata di atas 18 tahun (bahkan ada yang lebih dari 20 tahun). Permasalahan yang muncul kemudian adalah angkatan ke 2, dimana sampai hari penutupan pendaftaran siswa baru hanya tercatat 2 siswa pendaftar itupun dari luar Bendungan. Dengan berbagai upaya (termasuk memberikan iming-iming sepatu dan seragam gratis) akhirnya terdaftar juga siswa sebanyak 40 siswa. 
(diambil dari sman1bendungan.blogspot.com)

Selain itu tepat berada di depan SMAN 1 Bendungan ini juga terdapat Puskesmas Kecamatan Bendungan sehingga juga sekaligus menjadi promosi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan hidup sehat.

Puskesmas Bendungan (Depan SMAN 1 Bendungan)


Keberadaan SMAN 1 Bendungan yang hanya satu-satunya di Kecamatan Bendungan ini diharapkan bisa meningkatkan tingkat pendidikan anak-anak di Kecamatan Bendungan seiring dengan perkembangan jaman. Ke depan tentu diharapkan juga muncul sekolah-sekolah lanjutan tingkat atas baru yang berorientasi pada pendidikan kejuruan karena bisa meningkatkan ketrampilan peserta didik khususnya sehingga siap kerja dan siap membangun desanya. @ed, 2013



Selasa, 13 Agustus 2013

تقبل الله منا ومنكم وجعلنا من العائدين والفائزين

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H
Taqobballallahu minnaa wa minkum wa ja'alana minal 'aidzin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin


@ Warga Bendungan

Selasa, 23 Juli 2013

Simpangan Ngumbul - Sumurup, Keindahan Jurang di Pintu Masuk Bendungan

Simpangan Ngumbul adalah simpangan yang menjadi pintu masuk menuju Dsn. Ngumbul Sumurup di sebelah kiri bawah dan Desa Srabah di arah kanan, pertigaan ini ditandai dengan tugu masuk AMD (ABRI Masuk Desa) yang dibangun pada tahun 90-an. Sebagai pintu masuk perkampungan terdepan dan paling selatan di Kecamatan Bendungan, daerah ini sangat potensial untuk pengembangan ekonomi karena letaknya yang strategis dan didukung oleh pemandangan yang menawan sehingga bisa dikembangkan seperti di Dewi Sri di Malang atau di Payung - Batu.
Simpangan Ngumbul, pintu Kec. Bendungan

View dari arah Srabah

View ke arah Trenggalek

Inisiatif ini jika bisa dibaca oleh pemerintah daerah tentu akan menjadi potensi yang sangat baik untuk pengembangan daerah - daerah satelit di sekitar kota Trenggalek apalagi Kec. Bendungan adalah salah satu wilayah transit menuju Kab. Ponorogo via Soko dengan jarak rute yang lebih dekat dibandingkan lewat Sawo lewat Tugu dan bisa menjadi jalur alternatif yang lebih dekat untuk menuju Telaga Ngebel Ponorogo.

Semoga tulisan ini bisa menjadi solusi alternatif dan masukan untuk pihak - pihak terkait. (*eds:2013)

Selasa, 25 Juni 2013

Ekspedisi Bendungan, sebuah catatan perjalanan

1. Watu Jago, Perbatasan Kec. Trenggalek - Kec. Bendungan
Kecamatan Bendungan sebenarnya adalah kecamatan pegunungan yang paling dekat dengan pusat kota kab. Trenggalek. Perbatasan Kec. Bendungan berjarak kurang lebih 6 km dari Trenggalek kota yang juga ditandai dengan adanya Instalasi Penyaringan Air Minum PDAM Trenggalek dan Tempat Pembuangan Sampah Akhir. Di lokasi ini terkenal dengan nama WATU JAGO dikarenakan adanya batu yang menyerupai bentuk ayam jago di perbatasan kecamatan ini.
Watu Jago

2. Puskesmas Lama Bendungan
Dalam perjalanannya sampai dengan saat ini, Puskesmas telah berpindah tempat sebanyak tiga kali, yang pertama adalah di simpang pertigaan Bendungan Ponorogo, kemudian pindah ke samping Balai desa Sumurup dan karena bencana longsor pada tahun 2010 di dukuh Duren akhirnya lokasi Puskesmas Bendungan dipindahkan ke dukuh Jonggol tepatnya di depan SMAN 1 Bendungan
Puskesmas lama di Pertigaan Bendungan - Ponorogo
Puskesmas Bendungan saat ini di depan SMAN 1 Bendungan

3. Perbatasan Bendungan - Ponorogo
Perbatasan Bendungan - Ponorogo terletak kurang lebih 4 km dari pertigaan Puskesmas lama Bendungan. Jalannya yang menurun tajam dari Puthuk desa Dompyong harus membuat orang yang melintas di daerah ini berhati - hati, tapi perjalanan tidak akan terasa melelahkan karena di sekeliling jalan kita akan disuguhi pemandangan yang cukup menawan.
Atas Puskesmas lama

Alas Puthuk
Jalan menuju Puthuk Dompyong
 
View ke arah perbatasan
 
view ke arah Kec. Pudak Ponorogo
Jalan menuju perbatasan
   
Perbatasan Bendungan - Ponorogo
4. Jalan mengular di Dolo - Depok
Jalur Dolo - Depok

5. Sawah terasering di atas Gunung di Botoputih


Sawah Terasering
6. The northest bridge in Botoputih - Bendungan (Jembatan Botoputih)
Jembatan Botoputih